Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)

Burung.Eu.org: Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung Kicau yang berukuran sedang, dengan rata-rata panjang lebih kurang 25cm, terlahir dari suku Sturnidae dan biasa juga di sebut CURIK BALI. Bagi anda pecinta burung sudah pasti tidak asing dengan nama burung hias ini, tidak hanya langka tetapi juga sekarang sangat mahal.

Burung Jalak Bali ini Pertama kali dilaporkan penemuannya oleh seorang ahli burung yaitu Dr. Baron Stressmann yang berkebangsaan Inggris pada tanggal 24 Maret 1911. Atas rekomendasi dari Stressmann, Dr. Baron Victor Von Plessenn mengadakan penelitian lanjutan yaitu pada tahun 1925 dan menemukan penyebaran burung Jalak Bali ini mulai dari Bubunan sampai dengan Gilimanuk dengan perkiraan luas penyebaran 320 km2.

Burung ini adalah salah satu burung yang di lindungi oleh negara dan undang-undang perlindungan satwa yang sudah di tanda tangani oleh pemerintah. Maka dari itulah burung ini tidak banyak di toko burung maupun di pasar burung jajakan biasa.

Burung Jalak Bali


Seperti namanya yang ada kata "Bali" , jadi sudah bisa ketebak bahwa burung ini berasal dari indonesia dan lokasinya ada di pulau dewata tetapi tidak semua wilayah bagian bali ini bisa menjumpai burung ini.

Jalak Bali ini hanya bisa ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali dan merupakan hewan asli original endemik Indonesia. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies satwa endemik Bali yang mana pada tahun 1991 telah dinobatkan sebagai lambang fauna untuk Provinsi Bali sendiri.

Ciri-Ciri Burung Jalak Bali


Sekilas dari penampilan habitat pemakan Buah ini mirip sekali dengan burung Jalak Putih dan burung Jalak Suren, akan tetapi Burung Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. 

Sebenarnya untuk para pecinta kicau mania khususnya untuk dalam kategori burung hias pasti sudah sangat hafal, akan tetapi bagi yang masih sangat awam dalam dunia burung pasti maih kebingungan dalam meneliti burung ini karena sangat mirip dengan Jalak Putih.

Untuk anda yang ingin membeli burung jalak Bali ini pastikan sesuai dengan apa yang saya tulis di bawah ini.

Ciri-ciri Menonjol pada jalak bali adalah sebagai berikut:

  • Bulunya 90% berwarna putih bersih, pada ujung bulu sayap dan bulu ekornya ditemukan warna hitam lebarnya 25 mm.
  • Pelupuk matanya berwarna biru tua mengelilingi bola mata, paruh runcing dengan panjang 2–3 cm, di bagian ujungnya berwarna kuning kecoklatan, rahangnya berwarna abu-abu kehitaman.
  • Burung jantan bentuknya lebih indah, mempunyai jambul di kepalanya dengan beberapa helai bulu berwarna putih bersih.
  • Panjang dari ujung paruh sampai ujung ekor kurang lebih 25 cm, panjang paruh 3 cm, panjang kepala 5 cm, panjang leher 2 cm, panjang sayap 13 cm, panjang ekor 6 cm, dengan warna kehitaman di ujungnya sepanjang 2 cm dan panjang kaki (tidak termasuk paha) 4 cm.
  • Berat badan 107,75 gram, jumlah bulu sayap 11-12 helai dan jumlah bulu ekor 17-18 helai.

Perbedaan Jalak Bali Jantan dan Betina


Tidak sedikit orang bisa mengetahui jenis kelamin burung meskipun orang tersebut sangat penghobi dalam dunia burung, karena tidak semua burung di koleksinya sehingga pecinta burungpun belum tentu sepenuhnya memamahami jenis kelamin.

Untuk anda yang ingin mengetahui perbadaan jenis kelamin pada burung ini sangatlah mudah, untuk pemahaman jika suatu saat anda ingin mengoleksi maupun menangkarkan Burung yang di lindungi ini.

Perbedaan Jalak Bali Jantan dan Betina:
  • Kepala jantan lebih besar, berbentuk panjang. Sedangkan kepala betina lebih kecil dan cenderung bulat.
  • Jambul jantan lebih panjang, sedangkan jambul betina relatif lebih pendek.
  • Ukuran tubuh jantan lebih besar dan gagah, sedangkan betina tampak lebih ramping.

Suara Burung Jalak Bali


Seperti burung pada umumnya, Suara jalak Bali ini sangat unik dan bahkan bisa menirukan omongan manusia. Kicauannya ini mimiliki suara yang khas berupa campuran siul yang memiliki jeda nada beberapa saat.

Memiliki Suara yang melengking dan juga kadang tidak berhenti berbunyi meskipun malam hari. Burung ini tergolong burung bersuara ribut, dan berceloteh keras, terkadang meniru suara burung lainnya juga.

Habitat Burung Jalak Bali


Sebelum mengalami maraknya pemburuan, Jalak bali ini terkenal menyukai habitat hutan seperti mangrove, hutan rawa, hutan musim dataran rendah dan daerah savana. 

Akan tetapi setelah burung ini banyak di buru dan bahkan di habitat aslinya sudah tidak ada sama sekali, maka saat ini Penyebaran jalak bali secara alami hanya terdapat di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) saja. Selain itu, penyebaran jalak bali terdapat di daerah Tegal Bunder, Lampu Merah, Batu Gondang, Prapat Agung, Batu Licin, dan Teluk Brumbun.

Kehidupan Sehari-hari Jalak Bali


Di habitat alaminya jalak bali termasuk jenis burung yang suka terbang secara berombongan, pada musim kawin yang berlangsung antara bulan September-Desember mereka terbang secara berpasangan sambil mencari makan. 

Satwa ini membuat sarang di dalam lubang- lubang pohon pada ketinggian 2,5-7 m dari tanah. Jalak bali mempunyai aktivitas harian yang sama, yaitu setelah matahari terbit yaitu pada pukul 05.00-05.30 WITA mereka mulai terbang secara berkelompok menuju tempat makan/minum, dan mereka kembali menuju tempat tidur sebelum matahari terbenam yaitu pada pukul 14.30 WITA. 

Kegiatan harian ini akan berhenti sama sekali pada pukul 18.45 WITA. Radius pergerakan hariannya bervariasi dari 3-10 km tergantung pada keadaan lingkungannya. Meskipun di alam jalak bali merupakan burung yang paling liar namun aktivitas yang dilakukannya selalu diiringi komunikasi suara antar pasangan- pasangan yang ada. 

Jalak bali merupakan burung yang menyukai kebersihan. Satwa ini suka bermain air untuk membersihkan badannya. Setelah itu, mereka mengeringkan tubuhnya dengan cara mengigit-gigit bulunya satu persatu. Pengeringan bulu ini dilakukan dengan berjemur sinar matahari dan bertengger di ranting-ranting pohon.

Undang-Undang Jalak Bali


Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) ini termasuk satwa liar yang sudah dilindungi undang-undang, sebagaimana tertulis dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 bahwa:

1. Barangsiapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup; (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));

2. Barang Siapa Dengan Sengaja menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati (Pasal 21 ayat (2) huruf b), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));

3. Dengan Sengaja memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia; (Pasal 21 ayat (2) huruf d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). (Pasal 40 ayat (2));

Harga Jalak Bali


Harga burung jalak bali ini terkenal sangat mahal, karena untuk memiliki burung ini harus memiliki surat ijin dan juga memiliki surat resmi dari pemerintah, inilah salah satu dukungan pemerintah untuk melestarikan burung ini dengan memberikan ijin kepada para penangkar agar habitat burung indonesia terselamatkan.

Harga burung Jalak bali ini pada awal sebelum corona ini berkisaran dengan Harga 7.5 Juta sampai 15 Juta Rupiah, akan tetapi saat ini sudah sangat turun signifikan karena kendala Corona sehingga para penangkar kini terpaksa menurunkan harga burung demi untuk menyelamatkan perekonomian.

Daftar Harga Burung Jalak Bali:

Harga Jalak Bali Anakan Usia 2 – 5 Bulan.
  • Sudah bisa makan sendiri vor kering.
  • Harga Rp. 4.000.000,- Sepasang.
  • Harga Rp. 6.000.000,- Sepasang (sebelum Covid) 
Harga Jalak Bali Remaja Usia 7- 10 Bulan
  • Sudah selesai ganti bulu yang pertama.
  • Harga Rp. 6.000.000,- sepasang.
  • Harga Rp. 8.000.000,- sepasang (sebelum Covid)
Harga Burung Jalak Bali Dewasa Usia 1 – 2 Tahun
  • Sepasang burung dewasa jantan dan betina. Harga Rp. 8.000.000,- sepasang.
  • Sepasang burung dewasa jantan dan betina. Harga Rp. 12.000.000,- sepasang. (sebelum Covid)
  • Sepasang burung dewasa siap tangkar. Harga Rp. 8.000.000,- sepasang.
  • Sepasang burung dewasa siap tangkar. Harga Rp. 15.000.000,- sepasang. (sebelum Covid)
Demikian sekilas informasi tentang Burung Jalak Bali, semoga anak cucu kita tahu bahwa indonesia ini memiliki burung yang sudah hampir punah dan wajib untuk di tangkarkan kembali agar habitat dan kehidupannya tidak punah.

Jangan Lupa stay terus di Situs ini agar anda selalu mendapatkan Update seputar Dunia burung dan berbagai informasi hewan lainnya.